Bahaya P0rn0grafi

Saat surfing di internet cari-cari lagu easy listen, eh tau-tau malah nyangkut di blog Catatan Calon Perawat. Background-nya bagus, isinya juga bagus. Tapi entah kenapa aku malah tertarik baca postingan ini. Ya, mungkin udah naluriah lah, namanya juga lelaki. Mana ada sih laki-laki yang pikirannya ga tentang ‘anu’.

Udah deh intermezzo-nya, *emang tadi intermezzo ya…???* sekarang fokus ke Pornografi. Selama ini doktrin bahwa pornografi dapat menghancurkan otak begitu mengakar kuat di pikiran kita. Dan ternyata itu dibuktiin di sebuah seminar sehari oleh Yayasan Kita & Buah Hati. Pembicaranya dari Amerika loh *woouuuw… ga pernah liat bule sih disini* yang katanya suka negeri kita *ya iyalah nusantara gitu*, suka orang kita *yang terkenal ramah-tamah*, dan juga suka cendol kita *gubrakkk…*

Oke deh, sekian lagi intermezzo bagian 2-nya. To the point, langsung ke inti. Jadi apabila kita berhubungan dengan yang namanya pornografi ada 4 hormon yang dirangsangnya *wah, dirangsang… (langsung deh konak)* untuk bekerja seperti candu narkoba. Hormon itu adalah hormon dophamine, neuropiniphrin, serotonin, dan oksitosin (nih hormon yang bikin candu).

Hormon Dophamine
hormon yang bikin kita merasa ‘wooouuw…’ ato gini penjelasannya:
Pagi-pagi datang ke sekolah, otak masih fres, tiba-tiba jam pertama langsung ulangan fisika Relativitas *aduh, ampun deh bang Einstein*. Padahal malamnya ga belajar, otak langsung blank, ga tau harus mikir apa, pikiran frustasi, mood langsung down. Tawakkal ama pasrah ama keadaan karena merasa nilai bakalan jeblok. Tuh tangan udah lunglai buat nulis soal…

Tapi, tuingggg… Lampu kuning menyala tanda si Ilham datang. Semua soal rumus-rumusnya tiba-tiba tumbuh dan berkembang biak di otak.

Yess!!! I got it!!! Alhamdulillah…

Semua kejadian itu tentunya menimbulkan reaksi perasaan yang meletu-letup karena kegirangannya dapat menjawab soal. Pastinya senang bukan main. Sepertu itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan sensasi puas, senang , bahagia di dalam dada.

But, wait a second…

Efek dophamine menimbulkan peningkatan kebutuhan level tentunya. Maksudnya gini, kalo kita hari ini kegirangan bisa menjawab soal relativitas mungkin besok kita akan biasa-biasa aja ketika mengerjakan soal tersebut. Tak ada lagi kepuasan yang berlebihan di dada ketika besok kita bisa lagi mengerjakan soal itu-itu aja. Tentu harus ada peningkatan soal yang lebih sulit lagi kaya soal kuantum misalnya untuk menimbulkan sensasi dophamine tadi. Nah itulah efek dophamine.

Begitu juga dengan pornografi yang terus-menerus ‘mengerjai’ hormon dophamine.

Mungkin kita hari ini merasa ada sensasi tersendiri ketika melihat wanita berpakaian minim. Besoknya tentu kita akan mencari yang lebih minim supaya ada sensasi tersendiri lagi. Kalo bisa yang ga ada lagi benang sehelai pun di tubuhnya (maaf) hingga yang bersentuhan badan (maaf lagi). Kalau dophamine ga ngefek lagi ama foto pindah lagi cari sensasi di video *ampuuun deh……*. Kalau dophamine udah ga ngefek lagi ama video tentu dia akan cari yang lebih menantang lagi, kaya memraktekkin sendiri *ampun deh lagi……*, dan disini lah tingkat kehancuran moral ketika pornografi sudah berikatan bathin ama hormon dophamine.

Itulah parahnya hormon dophamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi!

Hormon Neuropiniphrin
Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan.Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik.Instingnya ke bisniiiiis mulu!

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi. Otaknya selalu mikirin yang namanya pornografi. Pikirannya ga bakalan jauh dari situ, muter-muter terus di otaknya.
Ga bisa liat cewek dikit aja, langsung deh pikirannya ‘connect’ ke jaringan porno. Padahal ceweknya biasa aja, diam di tempat gitu, ga goyang ngebor atau joget striptease. Atau bisa juga liat cewek berpakaian seksi, kalau orang normal akan berpikir,”Pakaianmu seksi sekali”, tapi kalau udah berurusan ama orang yang candu pornografi akan berpikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, (sambil ngiler diem-diem bego gitu).
Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Sering terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berpikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.

Hormon Serotonin
Bagi pecandu rokok mungkin melarikan dirinya dari stres ke rokok…

Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. (itulah betapa shittnya rokok!)

Itulah efek kerja dari hormon serotonin. Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.

Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man…..

Efeknya??? Tentu dengan efek berantai dong bro *pisss atuh…*

Setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya??? ya iyalah…
Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep!

Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren!

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman-teman atau kalau yang perempuan shooping? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi??? Weeewww…

Hormon Oksitosin
Tahukah anda bahwa seorang Ibu denagna anaknya mempunyai hubungan batin?
Karena hormon oksitosinlah jawabannya.

Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya.

Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu !

Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut !

Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi.

Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ?

Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut.

Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.

———————————–———–——–——***————————————————————

Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah! yang diserang otak!

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ”kok kayaknya gw banget“, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!

Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencanduan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.

Tahu–tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments Protected by WP-SpamShield Spam Blocker